Total Pageviews

Friday, January 20, 2012

INPLEMENTASI OPERASI DAN PENGENDALIAN SISTEM


BAB 14

14.1 Implementasi Sistem
Dalam proses Implementasi di perlukan adanya keterkaitan terhadap sistem informasi,dan dalam siklusnya dapat dijelaskan diantaranya :
  1. Identifikasi Pemahaman awal perlunya pembuatan sistem informasi dan permintaan formal untuk mengembangkan sistem informasi.
  2. Inisiasi dan Perencanaan Untuk menentukan spesifikasi kebutuhan dan untuk mengetahui bagaimana sistem informasi dapat membantu penyelesaian permasalahan. Pada tahap ini dibuat keputusan perlunya dibuat suatu aplikasi atau mengembangkan aplikasi yang sudah ada. Melakukan analisis untuk membuat spesifikasinya
  3. Analisisgstrukturkan kebutuhan pengguna serta menseleksi aplikasi lain yang sudah ada. Pada tahapan ini akan diperoleh spesifikasi fungsional sistem.
  4. Perencanaan Logika Mendapatkan dan menstrukturkan kebutuhan sistem informasi secara keseluruhan. Pada tahap ini akan diperoleh spesifikasi rinci data, laporan, tampilan, dan aturan pemrosesan.
  5. Perancangan Fisik Mengembangkan spesifikasi teknologi yang akan digunakan, pada tahap ini akan diperoleh struktur program dan basisdata, serta perancangan struktur fisik.
  6. Implementasi Pembuatan program dan basisdata, melakukan instal dan menguji sistem. Pada tahapan ini akan diperoleh program aplikasi dan dokumentasi.
  7. Pemeliharaan Melakukan pemantauan kegunaan dan fungsi sistem, serta melakukan audit sistem secara periodik.

14.2 Pengendalian Keuangan di Dalam Sistem Informasi
Perencanaan dan pengendalian keuangan meibatkan proyeksi-proyeksi berdasarkan standar dan perkembangan dari umpan balik dan proses penyesuaian untuk memperbaiki prestasi kerja.
Perencanaan keuangan mencakup penjualan, laba, dan aktiva yang didasarkan pada alternatif strategi produksi dan pemasaran untuk kemudian bagaimana menentukan kebutuhan pendanaannya.
Perencanaan Keuangan adalah proses dari :
  1. Menganalisis pendanaan dan pilihan investasi yang terbuka bagi perusahaan.
  2. Memproyeksikan konsekuensi masa yang akan datang akibat keputusan saat ini, guna menghidari hal-hal yang tidak terduga dan hubungan antara keputusan saat ini dan masa yang akan datang.
  3. Menentukan alternatif mana yang akan dipilih
  4. Mengukur hasil selanjutnya terhadap tujuan dalam rencana keuangan.


14.3 Pengendalian Atas Sumber Daya Non Keuangan Dalam Sistem Informasi.
Contoh Pengendalian Aktiva :
Sumber daya perusahaan (aktiva) perlu dijaga. Cara menjaga nya :
-          Penggunaan buku pembantu dalam catatan akuntansi
-          Rekonsiliasi (seperti rekonsiliasi kas dan persediaan)
-          Prosedur acknowledgement sebagai bentuk wujud pertanggungjawaban atas aktiva yang ditangani oleh seseorang atau suatu bagian.
-          Penggunaan log dan register
-          Review oleh pihak independent


Perancangan Sistem


BAB 13

Perancangan sistem adalah merancang atau mendesain suatu sistem yang baik, yang isinya adalah langkah-langkah operasi dalam proses pengolahan data dan prosedur untuk mendukung operasi sistem.
Menurut Jogiyanto. HM,(1991), dalam bukunya Analisis Dan Disain Sistem, Perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut :
1.      Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
2.      Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
3.      Persipan untuk rancang bangun implementasi
4.       Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
5.      Yang dapat berupa penggambaran perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
6.      Termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen perangkat keras dari suatu sistem.

13.1 Langkah-langkah Perencanaan Sistem
Adapun langkah-langkah dalam perancangan sistem meliputi :
1.      Physical System : Physical system berupa bagan alir sistem ( System Flowchart ) ataupun bagan alir dokumen ( Document Flowchart ).
2.      Logical Model
Logical Model dapat digambarkan dengan menggunakan diagram arus data atau ( DFD ). DFD digunakan untuk menggunakan sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika.

13.2 Pertimbangan-Pertimbangan Perancangan Sistem
Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru.. Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistim informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrogram computer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. Pada tahap desain secara umum, komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasi kepada user bukan untuk pemrogram. Komponen sistem informasi yang didesain adalah model, output, input, database, teknologi dan kontrol.

13.3 Teknik-teknik Perancangan
Perancangan Sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu :
  1. Perancangan sistem secara .umum/perancangan konseptual, perancangan
    logikal/perancangan secara makro.
  2. Perancangan sistem terinci / perancangan sistem secara phisik.

Thursday, January 19, 2012

PERENCANAAN DAN ANALISIS SISTEM


BAB 12

Analisis Sistem menjabarkan suatu sistem informasi yang utuh ke dalam komponennya dengan maksud untuk mendapatkan fungsi dan kendala .Tahap analisis dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap desain sistem. Perencanaan sistem mengidentifikasikan sistem informasi penting yang strategis dalam organisasi untuk melihat kesempatan memanfaatkan teknologi informasi dan membangun proyek sistem yang mendukung tujuan bisnis

12.1 Pengertian Perencanaan Sistem dan Analisis Kelayakan
Pengertian Perencanaan sistem adalah proses membuat sebuah Laporan Perencanaan Sistem yang menggunakan sumber sistem informasi yang berhubungan dan mendukung tujuan bisnis dan operasi organisasi. Perencanaan system berhubungan dengan perencanaan bisnis. Kerugian yang ditimbulkan bila perencanan sisitem buruk adalah :

a)      Kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan faktor strategis PDM
b)      cost tinggi
c)      proyek terhambat karena tidak ada waktu yang cukup untuk mengimplementasikan tugas, seperti persiapan lapangan, ujicoba, pelatihan dan konversi
d)     Salah penjadwalan selama proses produksi
e)      Kehilangan kredibilitas user

12. 2 Langkah-Langkah Analisis Sistem
Perencanaan sistem terdiri dari perencanaan jangka pendek (1-2 tahun) dan jangka panjang ( - 5 tahun). Yang menangani perencanaan sistem meliputi :
1.      Planning staff
2.      Departemen pengembangan sistem atau konsultan pengembangan sistem di luar perusahaan
3.      Departemen pengolahan data atau dapat digabung dengan departemen akuntansi.

Proses Perencanaan Sistem Dikelompokkan dalam 3 proses utama, yaitu :
1.      Merencanakan proyek sistem yang dilakukan oleh staff perencanaan
2.      Menentukan proyek sistem yang akan dikembangkan oleh komite pengarah
3.      Mendefinisikan proyek sistem yang dikembangkan oleh analis sistem.

Perencanaan Sistem dan analisis kelayakan mencangkup 7 tahap yaitu :
1.      Pembahasan dan perencanaan pada tingkat manajemen puncak
2.      Penetapan dewan pengarah perencanaan system
3.      Penetapan tujuan dan batasan keseluruhan
4.      Pengembangan perencanaan system informasi strategis
5.      Identifikasi dan pemrioritaskan area spesifik dalam organisasi sebagai focus pengembangan system
6.      Pembuatan proposal system untuk mendukung dasar analisis dan perancangan awal sub system tertentu
7.      Pembentukan tim untuk tujuan analisis perancangan awal system

Tujuan Analisis Kelayakan adalah :
a)      Menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan.
b)      Berguna untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan tersebut benar benar dapat dicapai dengan sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada perusahaan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling

12. 3 Teknik-Teknik Pengumpulan Fakta
Fakta merupakan bagian dari informasi yang menunjukkan realita , situasi, dan relasi yang menjamin analisis permodelan.
Ada tiga sumber yaitu :
a)      Sistem yang berjalan : menyediakan kesempatan untuk menetukan apakah sistem yang ada ,perlu sedikit perbaikan, membutuhkan pemeriksaan yang besar, atau diganti.
b)      Sumber internal lainnya : Sumber utama menggunakan system yang baru dan sumber kedua didapat dari dokumen kerja yang ada dalam organisasi.
c)      Sumber eksternal : informasi yang berasal dari luar organisasi


Pengembangan teknik pengumpulan data adalah :
a)      Interview (Wawancara) : teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (Tanya jawab) secara lisan, baik langsung ,maupun tidak langsung.
b)      Teknik Observasi : adalah pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut lingkungan fisiknya dan pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan
c)      Daftar Pertanyaan (Quisioner) : Suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mengumpulkan data dan pendapat dari para responden.
d)     Teknik Pengumpulan Sampel (sampling ) : Sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan penelitianTeknik Pengorganisasian Fakta

12. 4 Teknik-Teknik Mengorganisasikan Fakta
Beberapa teknik untuk mengorganisasikan fakta terdiri dari :
1.      Analisis pengukuran kinerja
2.      Analisis Distribusi kerja
3.      Analisis Fungsional
4.      Analisis Matriks


Tuesday, January 17, 2012


Penampakan Jin Wanita di Tempat Sholat

Pada hari minggu tanggal 15 januari 2012 kira-kira waktu istirahat makan siang tiba-tiba ada berita yang menggemparkan di tempat kerjaku. Tak biasanya fenomena seperti ini terjadi, apa lagi di siang bolong. Disebuah tempat yang sering kami jadikan tempat untuk sholat, walaupun kadang-kadang berubah fungsi menjadi lapangan bulutangkis, tempat upacara, dan kegiatan lainya. Karena di tempat kerjaku belum ada ruang khusus tempat sholat. Muncul sesosok bayangan putih yang terekam oleh kamera handphone milik temanku. Yang memang tampak terlihat jelas bentuk muka dan sebagian tubuhnya.

Temanku secara tak sengaja menjepret fenomena penampakan ini. Ini diceritakan oleh temenku dari yang si empunya handphone. Ceritanya begini, seusai sholat dzuhur biasa kami tiduran untuk melepas lelah sambil menunggu jam masuk kerja. Saat sedang ngobrol dan sambil tiduran itu, temenku sambil memainkan hanpone miliknya. Tidak sengaja handphone nya terjatuh. Saat dia memungut kembali tanpa sengaja dia memencet tombol kamera. Awalnya dia tidak sadar dan tidak tahu kalau ada hal yang ganjil dari gambar ini. Dia tahu sesaat setelah membuka handphone nya untuk mendelete foto yang tidak perlu, termasuk foto yang tidak sengaja terjepret tadi. Mendadak dia kaget, karena di gambar itu terlihat muka sesosok wanita pucat dengan mata putih dan bibir hitam. Rambut yang agak terurai, di atas kepalanya seperti memakai mahkota, dan tangan kirinya menjulur ke belakang. Dan (maaf) payudaranya terlihat. Tampak sekali terlihat dari ruas jari-jarinya. Kemudian temanku mencoba lagi untuk mengambil foto dengan kamera handphone nya. Berharap ada gambar lainya yang terjepret. Setelah di coba berulang kali , namun gagal. Dan tidak muncul gambar yang serupa. Fenomena kebetulan itu membuat gempar seluruh karyawan di tempa kerjaku. Karena ketakutan, temenku buru–buru ingin mendelete gambar itu. Namun sempat ada temenku yang lain yang mem-bluetooth gambar ini. Dan akhirnya cepat sekali menyebar.

Mungkin ini hal yang tak biasa dan tidak masuk akal bagi kita, karena terjadi di siang bolong. Tapi semoga fenomena ini lebih meyakinkan kita kepada kebesaran Alloh SWT. Bahwa ada mahkluk lain yang hidup di sekitar kita yang tidak kasat mata. Dia lah yang menciptakan segala sesuatu.

Sebagai muslim kita meyakini bahwa kita hidup di dunia ini tidak sendiri, ada mahkluk-mahkluk Alloh SWT yang lain. Mereka adalah jin, di dalam Al-Quran telah dijelaskan bahwa jin ini seperti manusia. Mereka juga makan, minum, berkembang biak, dan bermasyarakat seperti kita, akan tetapi mereka tidak mati. Jadi menurutku tidak berpengaruh bagi mereka kemunculannya baik siang ataupun malam. Alloh SWT berfirman di dalam Al-Quran :

Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku (Adz Dzariyat : 56)

Bagi teman-teman yang tidak percaya dengan foto ini ataupun beranggapan bahwa foto ini hasil editan atau hoax ,silahkan diperikasa sendiri atau minta bantuan om Roy Suryo saja.. Karena aku juga awam dengan hal yang berbau lacak-melacak atau bahasa kerennya digital forensik. Tapi jka foto ini asli kita ambil manfaatnya saja. Semoga bisa menambah keimanan dan keyakinan kita kepada Alloh SWT.

Saturday, January 14, 2012

tEKNOLOGI INFORMASI AUDITING

BAB 11

Auditing Teknologi Informasi muncul seiring dengan pesatnya teknologi informasi. Dimana peranan komputer dalam proses auditing sangat penting, mulai dari input, proses, dan output telah banyak yang menggunakan komputer atau sudah tidak manual lagi.

Gore dan Stubbe (1979) tahap awal pengolahan data dilakukan melalui sistem manual dengan menggunakan pena atau tinta, selanjutnya pengolahan data dilakukan secara mekanik dengan alat bantu semacam kalkulator dan register kas, tahap berikutnya adalah sistem pengolahan data secara elektro mekanis dengan menggunakan listrik pada berbagai macamm mesin penghitungan dan mesin pembukuan termasuk mesin-mesin pelubang kartu, tahap terakhir adalah sistem pengolahan data secara elektronik dengan bantuan komputer. Tahap terakhir inilah yang sering disebut dengan Pengolahan Data Elektronik (PDE) atau Electronic Data Processing (EDP).

Auditing teknologi informasi digunakan umumnya untuk menjelaskan perbedaan dua jenis aktivitas yang terkait dengan komputer. Seperti untuk menjelaskan proses mengkaji ulang dan mengevaluasi pengendalian internal dalam sebuah sistem pemrosesan data elektronik.

Ada Tiga Pendekatan Auditing

  1. Auditing Around Computer (Audit Sekitar Komputer) yaitu dimana penggunaan komputer pada tahap proses diabaikan.
  2. Auditing Throught Computer (Auditing Melalui Komputer) yaitu dimana pada tahap proses penggunaan komputer telah aktif.
  3. Auditing With Computer (Auditing Dengan Komputer) yaitu dimana input, proses dan output telah menggunakan komputer.

11.1 Konsep-konsep auditing PDE

PDE sebagai serangkaian kegiatan dengan menggunakan komputer untuk mengubah informasi yang masih mentah (data) menjadi informasi yang berguna yang sesuai dengan tujuannya. Rangkaian kegiatan pengolahan data tersebut terdiri dari lima bagian yaitu: inputting, storing, processing, outputting, dan controlling.

Berikut adalah konsep-konsep auditing PDE :

  1. Evidence
  2. Due Audit Care
  3. Fair Presentation
  4. Independence, dan
  5. Ethical Conduct

11.2 Teknologi PDE auditing

Auditing PDE sebagai audit terhadap informasi yang dihasilkan dari lingkungan yang terkomputerisasi. Auditor system informasi yang terlatih menerapkan teknik audit dengan bantuan komputer, disebut juga dengan CAAT (Computer Aided Auditing Technique). Teknik ini digunakan untuk menganalisa data, contoh data transaksi penjualan, pembelian, transaksi aktivitas persediaan, aktivitas nasabah, dan lain-lain. Sesuai dengan standar auditing ISACA (Information Systems Audit and Control Association), selain melakukan pekerjaan lapangan, auditor juga harus menyusun laporan yang mencakup tujuan pemeriksaan, sifat dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan.

11.3 Jenis-jenis PDE auditing

1.Systems and Applications

Pemrosesan data melalui aplikasi perangkat lunak komputer yang dikelola melalui suatu system.Sehingga proses auditnya sendiri akan meliputi verifikasi terhadap system untuk memastikan kebenaran, kehandalan, kecepatan maupun keamanan pada saat pengiriman, pemrosesan serta pengeluaran informasi di setiap

tingkatan kegiatan sistem.

2.Information Processing Facilities

Merupakan komponen yang terkait dengan fasilitas-fasilitas yang digunakan untuk mengolah informasi di suatu organisasi. Biasanya ini terkait dengan perangkat keras seperti misalkan scanner, komputer server, formulir, dsb.


3.Systems Development

Adalah bagian dari proses pembangunan maupun pengembangan dari sistem yang sudah ada dalam suatu organisasi sesuai tujuan-tujuan aktivitasnya.

4.Management of IT and Enterprise Architecture

Pengelolaan atas teknologi informasi serta arsitektur seluruh lingkup internal organisasi yang disesuaikan dengan struktur dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen Hal tersebut memerlukan proses audit yang dilaksanakan untuk memastikan apakah segenap lingkungan/komponen organisasi dalam pemrosesan informasinya dilakukan secara terkendali dan efisien.


5.Client/Server, Telecommunications, Intranets, and Extranets

Komputer, peralatan telekomunikasi, sistem jaringan komunikasi data elektronik (intranet/extranet) serta perangkat-perangkat keras pengolahan data elektronik lainnya adalah komponen dari sebuah teknologi informasi..