Total Pageviews

Wednesday, April 17, 2013

Eksistensi Kebudayaan Leluhur di Zaman Modern




Leluhur bangsa Indonesia dikatahui melalui sebuah penelitian berasal dari bangsa yang bermigrasi ke asia tenggara. Berbagai pendapat diungkapkan oleh para ahli seperti Prof.Dr.H.Kern Menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari daratan Asia .Hal ini didukung dengan bukti bukti penggunaan bahasa. Bahasa-bahasa yang dipergunakan di   Indonesia, Polynesia, Melanesia berasal dari satu akar  bahasa yang sama yaitu bahasa Austronesia, penelitian Kern ini terutama ditujukan pada kesamaan nama-nama binatang dan alat perang.  Kemudian pendapat Prof.Dr.Kroom, asal-usul bangsa Indonesia adalah dari Asia Tengah, pendapat ini didasarkan pada bukti bahwa didaerah Cina tengah banyak terdapat sungai-sungai yang besar yang menjadi sumber kehidupan manusia.Dari sini mereka menyebar ke Indonesia pada sekitar tahun 2000 SM sampai tahun 1500 SM. Ada juga pendapat dari Hogen. Bangsa yang mendiami daerah pessisir Melayu berasal dari Sumatera. Bangsa ini bercampur  dengan bangsa Mongol kemudian disebut sebagai bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu.
Kebudayaan dan kebiasaan hidup para leluhur masa itu banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu. Yaitu kebudayaan yang pertama kali masuk ke Indonesia. Dahulunya masyarakat leluhur menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Lambat laun kebudayaan bangsa leluhur seiring waktu berjalan berasimilasi dengan kebudayaan baru.

Semakin maju jaman maka semakin mudah pula arus informasi yang didapat oleh masyarakat. Hal ini juga mempengaruhi budaya manusia jaman modern dalam melakukan adat budaya para leluhur. Budaya para leluhur yang sampai sekarang masih ada adalah budaya gotong royong. Di desa-desa, pelosok, kampong-kampung kebiasaan gotong royong ini masih lestari. Namun di daerah perkotaan kebiasaan ini lama kelamaan mulai ditinggalkan Kehidupan kota memang begitu mudah menerima kebudayaan dari luar yang masuk. Rasa kebersamaan orang-orang kota sudah mulai hilang. Andaikan masih ada mungkin hanyalah orang-orang yang kenal dekat atau merasa berasal dari satu daerah saja.

Jika di lihat dan diamati mengapa kebudayaan leluhur sudah mulai ditinggalkan? Hal ini didasar oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Contoh nyata kebudayaan yang sudah lama mulai ditinggalkan adalah kebudayaan bersih desa, di kampung di daerah perkotaan kebudayaan ini sudah tidak ada. Bahkan hanya sekedar kerja bakti membersihkan lingkungan sendiri pun sudah mulai jarang ditemui. Padahal kebiasaan ini sangat baik pengaruhnya untuk lingkungan sekitar dan pergaulan sosial.

Dari berbagai segi, jika dimaknai secara mendalam banyak sekali manfaat yang didapat dari adat budaya yang ditinggalkan oleh para leluhur. Namun manusia sekarang jarang menyadari dikarenakan gaya hidup manusia modern yang cenderung mudah menerima kebudayaan luar tanpa memilah-milah. Lalu sampai kapan kebudayaan leluhur yang dahulu akan terus terjaga? Andaikan tidak ada lagi yang peduli maka lama kelamaan kebudayaan itu akan hilang tergerus oleh modernisasi jaman.

PENGALAMAN PERTAMA BERKUNJUNG KE JEPANG



By: Agus Yuliyanto


Tak pernah terpikirkan sebelumnya di dalam kepala saya untuk menginjakkan kaki di negeri tirai bambu. Sesuatu yang membuat senang yang saya rasakan adalah ketika mendengar bahwa saya akan ditugaskan training ke Jepang oleh tempat saya bekerja. Sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Mungkin kalau saya pergi sendiri rasanya tidaklah mungkin. Untuk itu pertama-tama saya mengucapkan puji syukur alhamdulillah kepada Alloh SWT dan terima kasih kepada PT Indonesia Chemi-con yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada saya.
NCC atau Chemi-con group adalah sebuah perusahaan besar di dunia yang begerak di bidang produksi komponen elektronik alumunium kapasitor. Salah satu perusahaannya berada di Indonesia. Pada bulan Juni 2005 saya mulai bekerja di sana. Sudah hampir 3 tahun saya mengabdikan tenaga dan pikiran saya untuk PT indonesia Chemi-con dan kemudian tahun 2008 saya mendapat kesempatan untuk training di Jepang . PT Indonesia Chemi-con banyak sekali memunculkan ide-ide dalam usahanya untuk lebih maju dan menghadapi persaingan global. Disamping itu juga untuk meningkatkan mutu dan kualitas produknya. Serta meningkatkan skill dan SDM para karyawannya. Salah satunya adalah pengiriman beberapa karyawan dari PT Indonesia Chemi-con ke kantor pusat Miyagi Chemi-con di daerah prefektur Miyagi di Jepang. Hal tersebut sangat saya dukung. Dimana skill dan kemampuan saya yang masih sangat kurang, kesempatan tersebut membuka peluang kepada karyawan yang dikirim untuk mengembangkan kemampuan serta pengetahuannya. Dan sebagai penghargaan kepada karyawan yang ditunjuk atas pengabdian dan kinerja yang dinilai baik oleh pihak manajemen. Karena tidak dapat dipungkiri jika untuk mengetahui segala sesuatu lebih baik kita belajar langsung kepada sumbernya. Maka dari itu saya sangat beruntung telah diberi kesempatan ke jepang untuk lebih mendalami kemampuan saya.


Tanggal 21 Januari 2008 malam jam 12.00 saya terbang dari bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sesuai dengan jadwal, saya tiba di bandara Internasional Narita Jepang kira-kira jam 07.00 pagi. Saya dan 4orang teman saya dijemput oleh Mr. Takemura. Mr. Takemura adalah pipinan di Chemi-con Indonesia yang kebetulan sedang pulang kampung atau berlibur. Karena beliau sudah mengenal kami, maka kami juga tidak canggung dengan beliau. Setibanya di Jepang saya begitu terkagum. Betapa hebatnya negara Jepang. Yang selama ini saya lihat di TV, berita, dan orang-orang yang pernah berkunjung ke Jepang ternyata bukan omong kosong saja. Orang jepang adalah tipe manusia pekerja keras, tekun, disiplin dan teliti. Tak ayal mereka bisa menata negeri mereka hingga seperti ini. Jalan-jalan, taman, gedung, rumah-rumah dibangun dengan begitu penuh perhitungan. Bantaran sungai dan sungai-sungainya pun masih terlihat bersih karena tidak ada satu bangunan liar pun yang berdiri di atas sungai. Yang sangat membuat saya terkejut adalah saat saya tahu bahwa rumah dan gedung disini dibangun dari kayu. Padahal dari luar terlihat seperti bangunan dinding tembok yang kokoh. Karena dengan konstruksi seperti itu bangunan akan tahan terhadap gempa yang kerap terjadi di Jepang. Sehingga rumah-rumah dan gedung tidak mudah rusak ketika terjadi bencana gempa bumi.
Dari Narita kami menuju stasiun Tokyo dengan kereta cepat listrik. Di sepanjang perjalanan antara Narita-Tokyo tak henti-hentinya saya terkagum akan keadaan Jepang. Lalu lintas begitu tertib. Di setiap perlintasan kereta mobil berjajar teratur ketika kereta sedang melintas. Sepeda motorpun tidak ada yang menerobos palang kereta. Memang pada saat itu tidak terlihat sepeda motor karena masih musim dingin. Tidak ada macet disini, walaupun banyak sekali yang menggunakan mobil. Rata-rata penduduk Jepang setiap keluarga memiliki  mobil. Dan bukan hal yang mewah apabila dalam satu keluarga memiliki 2 atau 3 mobil. 


Sesampainya di stasiun Tokyo kami sambung naik kereta shinkanzen untuk menuju kota furukawa di prefektur Miyagi. Perjalanan dari Tokyo ke Miyagi kira-kira memakan waktu kurang lebih 2 jam ketika saya melihat dari papan informasi elektronik di stasiun. Shinkanzen adalah salah satu kereta listrik tercepat di dunia yang kecepatannya bisa mencapai 300 kilometer/jam. Yang lebih hebat lagi sistem keamanannya yang begitu canggih. Ada teknologi auto drive ketika kereta sedang melaju sehingga kereta akan mengurangi kecepatan secara otomatis ketika sedang melalui belokan atau hampir sampai di stasiun terdekat. Dari berita di radio NHK Tokyo, dalam 40 tahun terakhir sejak dioperasikan pertama kali belum ada satu kecelakaan pun yang terjadi.
“Mamonaku, Furukawa ni Tachimasu “, begitu kata-kata di dalam kereta yang dalam bahasa Indonesia adalah “Sebentar lagi akan tiba di Furukawa”. Begitulah pengumuman dalam bahasa Jepang diperdengarkan di dalam shinkanzen. Saya tahu artinya karena setelah itu diucapkan juga dalam bahasa Inggris. Setiap sampai di stasiun yang dilewati selalu ada pengumuman tersebut disamping juga ada papan elektronik di dalam kereta pada setiap gerbongnya dan itu bukan manusia yang melakukan melainkan robot. Orang yang baru pertama kali naik, saya rasa tidak akan tersesat ataupun sangat kebingungan. Karena pengumuman atau informasi yang diberikan sangat jelas.
Saya sudah tiba di stasiun Furukawa. Saya lihat lagi di papan eletronik jadwal keberangkatan dan kedatangan shinkanzen. Ternyata memang benar, perjalanannya ditempuh dalam  waktu 2 jam. Dari sini saya sudah merasa bahwa bangsa jepang sangat menghargai waktu dan disiplin. Lalu saya turun dari kereta berjalan melalui peron menuju tempat dimana Mr. Nagaura menjemput saya. Kemudian saya langsung diajak ke kantor Chemi-con Miyagi yaitu di daerah Tajiri.
Chemi-con Miyagi begitu besar dan luas. Area parkir kendaraan lebih luas dari pabriknya sendiri. Kami disambut baik oleh orang-orang disana. Kami juga dipertemukan dengan Karyawan PT Indonesia Chemi-con yang sudah lebih dahulu berada disana. Setelah beristirahat sambil menunggu jam pulang kantor dan berbincang beberapa saat kami langsung diantarkan menuju ke apartemen di mana nanti kami akan tinggal. Ternyata letaknya kurang lebih 1 kilometer dari stasiun Furukawa. Setelah sampai di apartemen kami dipersilahkan istirahat supaya besok bisa langsung bekerja.
Dari apartemen pukul 07.00 waktu setempat kami berangkat. Setiap harinya kami berjalan kaki menuju stasiun. Pulang dan pergi kami naik kereta untuk sampai di tempat kerja. Di hari pertama mulai bekerja saya merasa bingung. Karena bekerja di lingkungan yang baru dan semua serba asing memang butuh penyesuaian. Apalagi kami juga masih tidak begitu paham bahasa jepang. Setiap orang yang kami temui di tempat kerja mereka memberi salam kepada kami walapun kami tidak mengenalnya. Begitu juga kepada sesame orang jepang. Baik atasan kepada bawahan begitu juga bawahan kepada atasan.Di jeoang begitu ditekankan sapa dan salam. Bahkan sudah menjadi kebiasaan di setiap tempat. Saya merasa orang-orang disini lebih santun daripada orang-orang kita. Dan ini berbeda sekali dengan keadaan di PT Indonesia Chemi-con yang sapa dan salam hanya berlaku dari bawahan kepada atasan saja. Dari atasan kepada bawahan atau sesama rekan kerja sangat jarang, walapun masih ada satu atau dua orang yang mengucapkan. Padahal apabila kita terbiasa mengucapkan sapa dan salam hubungan kerja terasa lebih harmonis. Jarak antara atasan dan bawahan hampir tidak terasa. Yang terasa bukan hubungan atasan dan bawahan melainkan hubungan rekan kerja. Hubungan yang di landasi dengan prinsip saling menghormati. Sehingga menambah keakraban di antara keduanya.
Hari pertama bekerja saya masih belum tahu apa yang harus saya lakukan. Karena memang dari PT Indonesia Chemi-con tidak ada schedule yang jelas. Rencananya kami di sini untuk belajar tetapi tidak ada point-point yang harus kami jadikan sebagai acuan tentu saja kami merasa bingung. Dari pihak Miyagi Chemi-con juga tidak tahu harus bagaimana. Akhirnya saya mengikuti schedule kerja sehari-hari yang ada dan sedikit berusaha membuat schedule sendiri. Untuk ke depan lebih baiknya kalau dari pihak PT Indonesia Chemi-con meninjau dan menyusun schedule yang jelas untuk para karyawannya yang akan dikirim. Sehingga pihak Miyagi Chemi-con tahu apa yang harus mereka berikan kepada kami. Paara karyawan yang dikirim harus  memiliki data skill map. Dan bisa membuat mana point akan dipelajari semenjak dari awal sebelum berangkat. Karena waktu satu tahun sangat kurang untuk mempelajari semuanya. Sehingga ketika di Jepang, akan lebih mudah menjalankan karena sebelumnya sudah tersusun schedule pembelajaran.
Sistem kerja disini sangat berbeda dengan sistem di Indonesia. Terutama yang menyangkut dengan apa yang saya pelajari, yaitu tentang mesin produksi. Kemampuan para teknisinya rata-rata sama. Hampir sedikit sekali perbedaan cara bekerja mereka, mereka  mengacu pada WMS (Work Main sheet). WMS disini benar-benar disusun dengan rapi dan teratur dengan tujuan memudahkan karywan baru untuk bekerja. Khusus untuk teknisi, semua bagian di mesin terdapat WMS yang menjelaskan cara-caranya mulai dari pertama hingga sampai yang terakhir. Contohnya cara adjust camera image sensor. Dari mulai setting posisi sampai membuat area sensor. Semuanya tertulis dengan ringkas dan jelas. Namun untuk kebersihan mesin mungkin Miyagi Chemi-con harus lebih ditingkatkan lagi. Hal ini mungkin terjadi karena begitu seringnya mesin digunakan untuk produksi dan hamper tidak pernah berhenti. Untuk grease up mesin juga, harus lebih ditingkatkan lagi frekuensinya. Agar kelancaran mesin tetap terjaga dan otomatis menekan biaya untuk pengeluaran spare part karena umur spare part bisa lebih lama.
Untuk operator, mungkin tidak banyak hal yang berbeda. Hanya dalam waktu bekerja operator benar-benar serius. Dan juga operator sorting di sini diberikan waktu untuk beristirahat sebentar(break time), yang saya pikir memang seharusnya begitu. Karena operator sorting khusunya membutuhkan konsentrasi extra. Mereka dituntut untuk menghasilkan barang yang bagus. Dan tentunya harus ditunjang dengan stamina yang prima dan pikiran yang segar. Oleh karena itu mereka memang seharusnya diberikan waktu sedikit untuk menyegarkan pikiran. Disini saya memberikan masukan kepada PT Indonesia Chemi-con terutama pada saat shift malam.Ada baiknya operator diberikan waktu break time sejenak untuk makan makanan kecil dan minum.Ini tentunya mencegah para operator membawa makan secara sembunyi-sembunyi pada saat bekerja.
Saya berada di line CL mesin MVC. Disini ada mesin dari type pertama yaitu MVC 4110 sampai type terbaru MVC 4121. Terdapat perbedaan mencolok sekali dari teknologi yang digunakan. Dari type yang pertama sampai yang paling baru terus dilakukan pembenahan dan perbaikan di setiap bagiannya.
Sudah hampir satu tahun saya disini. Dan sepanjang waktu itu saya gunakan untuk mempelajari dan apa yang bisa saya lakukan setelah pulang nantinya. Mencoba membandingkan mana kira-kira yang bisa dan baik di terapkan di PT Indonesia Chemi-con. Karena belum tentu sistem disini cocok diterapkan di Indonesia oleh sebab berbagai hal.
Apa yang saya dapatkan disini memang sangat berharga. Dahulu sebelum dikirim untuk belajar disini, kami mengetahui seluk-beluk mesin yang menjadi keahlian kami hanya sebatas itu-itu saja atau dari kebiasaan/ autodidak. Disini kami benar-benar tahu, langkah-langkah dan point-point nya. Contohnya, di Indonesia saya belum tahu kalau ada jig centre table A dan table B. Disini saya bisa mengetahui, mempelajarinya dan mempraktikaknnya secara langsung. Dan kedepannya saya akan menerapkannya di PT Indonesia Chemi-con. Dimana sejak dari pertama mesin datang sampai sekarang mungkin posisi table A dan table B berubah. Oleh sebab itu saya akan berbagi ilmu dengan para rekan-rekan di sana.
Waktu yang singkat ini sebentar lagi selesai. Kami akan pulang pada tanggal 17 Desember 2008. Saya sangat senang bisa belajar disini. Bekerja dengan orang-orang Jepang merupakan suatu pengalaman yang tak ternilai harganya. Kita bisa mencontoh cara kerja mereka, bekerja sama dalam tim, kehidupan sosial mereka, cara mereka memecahkan masalah, dan lain sebagainya. Saya berharap karyawan yang sudah dikirim ke jepang suatu saat nanti bisa kembali lagi. Sehingga kami bisa meng update pengetahuan dan kemampuan kami. Saya ucapakan terima kasih untuk Miyagi Chemi-con dan orang-orang yang telah membantu saya dan memberi pengarahan kepada saya. Maju terus Miyagi Chemi-con dan Maju terus PT Indonesia Chemi-con. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih.

Friday, April 5, 2013

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Keusastraan


A. Pendekatan Kesusastraan
Dalam kesenian sastra terkandung nilai nilai kebudayaan. Tata cara kehidupan, upacara adat, cerita rakyat banyak yang di tuangkan dalah seni sastra seperti fable, mitos, dongeng, legenda dan lain sebagainya. Ilmu Budaya Dasar berkaitan dengan budaya yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajar, karna kita akan mendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat. Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan. Contohnya saja dalam bidang kesenian, seni adalah suatu ekspresi dari jiwa manusia. Segala kebebasan hasil karya dari manusia bebas dituangkan dalam ekspresi seni. Seni lebih berbicara banyak dalam kebudayaan, bahkan budaya dapat menggambarkan ciri dari suatu bangsa yang bermartabat.

B. Budaya Yang Dihubungkan Dengan Prosa
Prosa adalah cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Prosa berbentuk bahasa yang terurai tidak terikat oleh rima, ritma, jumlah baris dan sebagainya Dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
Adapun unsur-unsur instrik dalam prosa:
  1. Tema adalah tentang apa prosa tersebut berbicara
  2. Amanat atau pesan yaitu nasehat yang hendak disampaikan kepada pembaca
  3. Plot atau alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita
  4. Perwatakan atau karakteristik atau penokohan adalah cara-cara pengarang menggambarkan watak pelaku
  5. Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan diri
  6. Sudut pandang orang pertama adalah pengarang sebagai pelaku
  7. Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang tidak menjadi pelaku
  8. Latar atau seting adalah gambaran atau keterangan mengenai tempat, waktu, situasi atau suasana berlangsungnya peristiwa
  9. Gaya bahasa adalah corak pemakaian bahasa
C. Nilai-Nilai Dalam Prosa Fiksi
Sastra adalah karya seperti layaknya, Cerpen, Puisi, lukisan, patung, Musik, Seni peran, dan apa saja yang merupakan hasil dari proses penciptaan. Sastra adalah sebuah karya yang diawali dengan kejujuran, diisi dengan kesungguhan hati dan diakhiri dengan kerelaan. Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreasifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari kebebasan berekspresi, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat suatu medium, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Seni merupakan suatu kebebasan. Sastra merupakan apresiasi, interpretasi dan analisis, sehingga dunia rekaan di dalam sastra jelas kaitannya dengan seluruh aspek kehidupan Peranan sastra memang memiliki potensi yang hebat untuk menghibur. Dan karenanya sebagai barang komoditi nilainya tinggi. Sebuah karya sastra dapat meledak, mengalami ulang cetak setiap tahun. Namun sastra tidak hanya untuk media hiburan, masih banyak peranan sastra yang lebih penting.

D. Budaya Dalam Puisi
Puisi adalah sesuatu yang kita kenal dengan rangkain kata-kata indah yang penuh makna didalamnya, apalagi jika kita benar-benar meresapi dalam membacanya. Puisi termasuk dalam seni sastra, sedangkan sastra merupakan bagian dari kesenian, dan kesenian itu sendiri merupakan bagian dari kebudayaan. Puisi adalah suatu rangkain kata-kata yang membentuk beberapa kalimat yang penuh dengan makna hidup,alam,bahkan di ekspresikan oleh sang penyair dalam bentuk tulisan maupun ekspresi dari puisi yag dibacakan . Didalam IBD kita menemukan penyajian puisi yaitu :
1.      Adanya hubungan dalam pembuatan puisi dengan pengalaman hidup manusia
2.      Adanya suatu rasa insaf/sebuah kesadaran seseorang dari suatu kejadian
3.      Puisi dan Keinsyafan sosial



Manusia Dan Kebudayaan


Manusia Dan Kebudayaan

Manusia merupakan makhluk hidup yang memiliki berbagai macam sudut pandang untuk mendefinisikannya pandang yang dapat dijadikan acuan untuk membagi unsur-unsur yang membangun manusia dan jika dilihat dari salah satu sudut pandangnya, unsur-unsur pembangun manusia antara lain  Jasad, Hayat, Ruh, Nafas.

Hakekat Manusia adalah makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Merupakan Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial. Dan yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
Salah satu keunikan manusia adalah makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya. Selanjutnya  manusia bias dipahami sebagai Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati. Di dalam kehidupan keeradaan manusia adalah suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas. Manusia hanya dapat menjadi makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat. Dalam lingkukangn kehidupan manusia merupakan Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk dapat berinteraksi dan bertahan hidup. Hal tersebut benar – benar dianut oleh masyarakat pada bangsa timur terutama Indonesia. Rasa kebersamaan yang kuat bisa dibilang sebagai kepribadian bangsa. Segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Di Indonesia banyak sekali kebudayaan dan kepribadianyang ada, karena seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak sekali suku sehingga dengan sudah sangat pasti kebudayaannya pun berbeda. Sistem ideologi yang ada biasanya meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan dan pengikat perilaku manusia atau masyarakat agar sesuai dengan kepribadian bangsa yang sopan, santun, ramah, dan tidak melakukan hal – hal yang dapat mencoreng kepribadian bangsa. Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku. Pada saat unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.  Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
  2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik)
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
  • Gagasan (Wujud ideal) : Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan) : Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya) : Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Orientasi nilai budaya yang berkembang saat ini di masyarakat adalah mengarah ke kebebasan. Kebebasan berekspresi ataupun berpendapat, kebebasan bertuturkata, kebebasan bertingkah laku dan sebagainya. Bila di lihat dari akar budaya timur, tentunya ini tidak sejalan. Artinya orientasi budaya yang berkembang di masyarakat kita adalah menuju ke orientasi budaya barat. Ini tak lepas dari gempuran budaya barat yang makin merasuki kehidupan kita pada era modern ini. Dan juga mudahnya untuk mengakses informasi mennanamkan orientasi budaya yang baru pada masyarakat generasi muda kita.
Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.

Manusia dan kebudayaan adalah 2 hal yang tidak bias dipisahkan. Dalam kehidupan manusia pasti akan ada kebudayaan yang menjadi system untuk mengatur kehidupan mereka atau menjadi kebiasaan yang dilakukannya. Sebuah bangsa menjadi maju atau tidaknya dinilai dari hasil keudayaannya. Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.

Friday, June 8, 2012

SISTEM PERBANKAN ELEKTRONIK


  1. Perkembangan Teknologi Perbankan Elektronik :
Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, telah menciptakan jenis-jenis dan peluang-peluang bisnis yang baru di mana transaksi-transaksi bisnis makin banyak dilakukan secara elektronika. Sehubungan dengan perkembangan teknologi informasi tersebut memungkinkan setiap orang dengan mudah melakukan perbuatan hukum seperti misalnya melakukan jual-beli. Perkembangan internet memang cepat dan memberi pengaruh signifikan dalam segala aspek kehidupan kita.
Penggunaan internet tidak hanya terbatas pada pemanfaatan informasi yang dapat diakses melalui media ini, melainkan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan transaksi perbankan. Bank di Indonesia mulai memasuki dunia maya yaitu internet banking atau yang lebih dikenal dengan E-Banking, yang merupakan bentuk layanan perbankan secara elektronik melalui media internet. E-Banking pada dasarnya merupakan suatu kontak transaksi perbankan antara pihak bank dan nasabah dengan menggunakan media internet.

  1. Jenis-Jenis E-Banking :
1.      Automated Teller Machine (ATM). Terminal elektronik yang disediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.
2.      Computer Banking. Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.
3.      Debit (or check) Card. Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
4.      Direct Deposit. Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.
5.      Direct Payment (also electronic bill payment). Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.
6.      Direct Payment (also electronic bill payment). Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar tagihan tersebut secara online juga. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut.
7.      Electronic Check Conversion. Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (nomor rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik atau proses lebih lanjut.
8.      Electronic Fund Transfer (EFT). Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik.
9.      Payroll Card. Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan oelh pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.
10.  Preauthorized Debit (or automatic bill payment). Bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom).
11.  Prepaid Card. Salah satu tipe Stored-Value Card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tadi ke penerbit kartu.
12.  Smart Card. Salah satu tipe stored-value card yang di dalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada sistem terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi publik) atau sistem tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks).
13.  Stored-Value Card. Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, yang diisi melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain.

  1. Prinsip Penerapan E-Banking dan M-Banking :
Electronic Banking (e-banking) merupakan suatu aktifitas layanan perbankan yang menggabungkan antara sistem informasi dan teknologi, e-banking meliputi phone banking, mobile banking, dan internet banking. E-banking didefinisikan sebagai penghantaran otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif.
E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronis seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau telepon.

Contoh-contoh E-Banking yang diterapkan di dalam sebuah bank adalah :
a)      ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri
Ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal. Setiap kita pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah yang memungkinkan untuk melakukan pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain (dalam satu switching jaringan ATM). Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, karena ragam fitur dan kemudahan penggunaannya.
b)      Phone Banking
Ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah, namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada. Pada awalnya, layanan Phone Banking hanya bersifat informasi yaitu untuk informasi jasa/produk bank dan informasi saldo rekening serta dilayani oleh Customer Service Operator/CSO. Namun profilnya kemudian berkembang untuk transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain; serta dilayani oleh Interactive Voice Response (IVR). Fasilitas ini boleh dibilang lebih praktis ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, karena cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain.
c)      Internet Banking
Ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur transaksi yang dapat dilakukan sama dengan Phone Banking yaitu informasi jasa/produk bank, informasi saldo rekening, transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. Kelebihan dari saluran ini adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA.
d)     SMS/m-Banking
Saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms.
Di balik kemudahan e-Banking tersimpan pula risiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN); sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan.

Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi.

  1. Internasional Elektronik Fund Transfer :
Electronic Funds Transfer Systems (EFTS) sudah menjadi metode utama yang melibatkan pembayaran dana dalam jumlah besar yang dilakukan lembaga keuangan dan nasabah bisnisnya. EFT didefinisikan sebagai pemindahan dana yang diawali dari terminal elektronik, instrument telpon, computer, atau magnetic tape untuk memesan, memerintahkan, atau memberikan kewenangan kepada lembaga keuangan untuk mendebet atau mengkredit rekening.  Kemampuan lembaga keuangan untuk menyediakan jasa-jasa tersebut seiring dengan perkembangan teknologi computer dan teknologi komunikasi data.

SISTEM KLIRING DAN PEMINDAHAN DANA ELEKTRONIK DI INDONESIA


  1. Prinsip Kliring :
Kliring (dari bahasa Inggris clearing) sebagai suatu istilah dalam dunia perbankan dan keuangan menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut. Kliring sangat dibutuhkan sebab kecepatan dalam dunia perdagangan jauh lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan guna melengkapi pelaksanaan aset transaksi. Kliring melibatkan manajemen dari paska perdagangan, pra penyelesaian eksposur kredit, guna memastikan bahwa transaksi dagang terselesaikan sesuai dengan aturan pasar, walaupun pembeli maupun penjual menjadi tidak mampu melaksanakan penyelesaian kesepakatannya. Proses kliring adalah termasuk pelaporan / pemantauan, marjin risiko, netting transaksi dagang menjadi posisi tunggal, penanganan perpajakan dan penanganan kegagalan.

Di Amerika, kliring antar bank dilaksanakan melalui Automated Clearing House (ACH), dimana aturan dan regulasinya diatur oleh NACHA-The Electronic Payments Association,yang dahulu dikenal dengan nama National Automated Clearing House Association, serta Federal Reserve. Jaringan ACH ini akan bertindak selaku pusat fasilitas kliring untuk semua transaksi transfer dana secara elektronik. Kliring antar bank atas cek dilaksanakan oleh bank koresponden dan Federal Reserve.
            Mekanisme proses Kliring Elektronik adalah sebagai berikut :
1.      Mempersiapkan warkat dan dokumen kliring meliputi pemisahan warkat menurut jenis transaksinya (warkat debet atau warkat kredit), pembubuhan stempel kliring dan pencantuman informasi MICR code line baik pada warkat maupun pada dokumen kliring.
2.       Selanjutnya Bank pengirim merekam data warkat kliring ke dalam sistem TPK dengan menggunakan mesin reader encoder atau meng-input data warkat untuk menghasilkan DKE.
3.       Mengelompokkan warkat dalam batch kemudian menyusunnya dalam bundel warkat yang terdiri dari: BPWD/BPWK; Lembar Substitusi; Kartu Batch Warkat Debet/Kredit ; Warkat Debet/Kredit.
4.      Mengirimkan batch DKE secara elektronik melalui JKD ke SPKE di penyelenggara. Fisik warkat dari DKE selanjutnya dikirim ke penyelenggara untuk dipilah berdasarkan bank tertuju secara otomasi dengan menggunakan mesin baca pilah berteknologi image.
5.      Peserta dapat melihat status DKE di TPK masingmasing, apakah pengiriman tersebut sukses atau gagal.
6.      SPKE akan memproses DKE yang diterima secara otomatis setelah batas waktu transmit DKE berakhir
7.      Selanjutnya SPKE akan mem-broadcast informasi hasil kliring kepada seluruh TPK sehingga peserta dapat secara on-line melihat posisi hasil kliring melalui TPK
Hasil perhitungan DKE tersebut (Bilyet Saldo Kliring) selanjutnya dibukukan ke rekening giro masing-masing bank di sistem Bank Indonesia

  1. Informasi Pada Check Dan Struktur Kode MIRC :

Di dalam chek code ini terdapat berbagai informasi yyang berkaitan dengan transaksi nasabah. Mulai dari Paye, Draw e, Draw bank, Drawer Account, Chek number, Amoun, Currency , Payee Bank Number, Payee account, Dat, Autorized signature of maker’s.

  1. Sistem Kliring Elektronik Di Indonesia:
Di Indonesia, untuk kliring antar bank atas transfer dana secara elektronik dan atas cek dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral. Sedangkan proses kliring atas transaksi efek dilaksanakan oleh P.T Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan proses kliring atas transaksi kontrak berjangka dilaksanakan olek P.T Kliring Berjangka Indonesia (KBI).
Secara umum kliring melibatkan lembaga keuangan yang memiliki permodalan yang kuat yang dikenal dengan sebutan mitra pengimbang sentral (MPS) atau disebut juga central counterparty . MPS ini menjadi pihak dalam setiap transaksi yang terjadi baik sebagai penjual maupun sebagai pembeli. Dalam hal terjadinya kegagalan penyelesaian atas suatu transaksi maka pelaku pasar menanggung suatu risiko kredit yang distandarisasi dari MPR.
Dasar perhitungan dalam Kliring Elektonik adalah Data Keuangan Elektronik (DKE).  Perhitungan hasil kliring tersebut akan tercermin dalam Bilyet Saldo Kliring yang dapat bersaldo kredit (menang kliring) atau bersaldo debet (kalah kliring) untuk dibukukan secara efektif langsung ke rekening giro masing-masing bank di Bank Indonesia tanpa memperhatikan kecukupan dana yang tersedia (netting settlement).
Apabila jumlah kekalahan kliring melampaui saldo rekeningnya di Bank Indonesia dan peserta tidak dapat menutupnya sampai dengan Bank Indonesia menutup sistem akunting, maka bank yang bersangkutan dinyatakan memiliki Saldo Giro Negatif. Apabila Saldo Giro Negatif tersebut tidak dapat ditutup sampai dengan pukul 09.00 WIB pada hari kerja berikutnya, peserta tersebut akan dikenakan sanksi penghentian sementara dari kliring lokal oleh Bank Indonesia.
           
            Dokumen Kliring :
Dokumen kliring merupakan dokumen kontrol dan berfungsi sebagai alat bantu dalam proses perhitungan kliring yang terdiri dari :
1.      Bukti Penyerahan Warkat Debet – Kliring Penyerahan (BPWD)
2.      Bukti Penyerahan Warkat Kredit – Kliring Penyerahan (BPWK)
3.      Kartu Batch Warkat Debet
4.      Kartu Batch warkat Kredit
5.      Lembar Subsitusi.

Setiap warkat dan dokumen kliring yang digunakan wajib memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan Bank Indonesia antara lain meliputi kualitas kertas, ukuran, dan rancang bangun. Setiap pembuatan dan pencetakan warkat dan dokumen kliring untuk pertama kali dan atau perubahannya oleh peserta wajib memperoleh persetujuan secara tertulis dari Bank Indonesia Dalam Kliring Elektronik, agar data pada warkat dan dokumen kliring dapat dibaca oleh mesin baca pilah yang ada di Penyelenggara maka warkat dan dokumen kliring tersebut wajib dicantumkan Magnetic Ink Character Recognition (MICR) code line. MICR adalah tinta magnetic khusus yang dicantumkan pada clear band yang merupakan informasi dalam bentuk angka dan symbol.

            Penyelenggaraan Kliring :
1.      Siklus Kliring Nominal Besar, terdiri dari :
a)      Kliring Penyerahan Nominal Besar
b)      Kliring Pengembalian Nominal Besar Kedua kegiatan kliring tersebut dilakukan pada hari yang sama.
2.      Siklus Kliring Ritel, terdiri dari :
a)      Kliring Penyerahan Ritel
b)      Kliring Pengembalian Ritel Kedua kegiatan kliring tersebut dilakukan pada tanggal yang berbeda yaitu kegiatan kliring pada huruf b dilakukan pada hari kerja berikutnya setelah kegiatan kliring pada huruf a dilaksanakan.
Keterangan :
·         Kliring penyerahan bagian pertama dari siklus kliring guna menghitung warkat yang disampaikan oleh peserta.
·         Kliring Pengembalian merupakan bagian kedua dari suatu siklus kliring guna menghitung warkat debet kliring penyerahan yang ditolak berdasar alasan yang ditetapkan dalam ketentuan Bank Indonesia





6.      Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) :
Untuk mendukung efektifitas implementasi kebijakan moneter dan untuk mempercepat pemulihan industri perbankan, kebijakan system pembayaran akan diarahkan untuk mempercepat pengembangan dan implementasi suatu system pembayaran yang efisien, akurat, aman, dan konsisten melalui peningkatan kualitas layanan. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah melalui implemnetasi Real Time Gross Settlement System (BI-RTGS) yang sudah dimulai sejak 17 November tahun 2000 di  Jakarta.

            Tujuan RTGS :
1.      Memberikan pelayanan sistem transfer dana antar peserta, antar nasabah peserta dan pihak lainnya secara cepat, aman, dan efisien.
2.      Memberikan kepastian pembayaran.
3.      Memperlancar aliran pembayaran (payment flows).
4.      Mengurangi resiko settlement bagi peserta maupun nasabah peserta (systemic risk)
5.      Meningkatkan efektifitas pengelolaan dana (management fund) bagi peserta melalui sentralisasi rekening giro.
6.      Memberikan informasi yang mendukung kebijakan moneter dan early warning system bagi pengawasan bank.
7.      Meningkatkan efisiensi pasar uang.

Mekanisme Transfer (BI-RTGS) :
1.      Bank pengirim memasukkan transfer kredit ke terminal RTGS yang ada di bank tersebut kemudian dikirim ke RTGS Computer Center (RCC) di Bank Indonesia.
2.      RCC akan memproses transfer kredit tersebut dengan mekanisme sebagai berikut:
·         Memverifikasi apakah saldo rekening bank pengirim lebih besar atau sama dengan jumlah nominal dari transfer kredit tersebut.
·         Jika saldo mencukupi, proses akan dieksekusi sacara simultan sehingga rekening bank pengirim dikurangi dan rekening bank penerima ditambah.
·         Jika saldo rekening bank pengirim tidak mencukupi makan transfer kredit tersebut akan ditempatkan dalam antrian di dalam mesin RTGS.
3.      Informasi mengenai transfer kredut akan dikirimkan secara otomatis ke RCC, RTGS terminal bank pengirim, dan bank penerima.

Manajemen Antrian :
1.      Sistem antrian pada BI-RTGS didasarkan pada priority level and first in first out (FIFO).
2.      Modul antrian dalam BI-RTGS dilengkapi dengan bypass FIFO facility yang beroperasi otomatis jika antrian mencapai jumlah tertentu, dengan tujuan untuk mengurangi jumlah antrian.
3.      Tingkat prioritas antriannya adalah sebagai berikut:
·         Prioritas pertama   :    Hasil kliring
·         Prioritas kedua      :    Transaksi bank dengan BI/pemerintah
·         Prioritas ketiga      :    Transfer kredit dari bank peserta BI-RTGS

TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI PERBANKAN ( TSI )


Penerapan teknologi komputer dan telekomunikasi di perbankan (TSI Perbankan) belakangan ini berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi. Bank seakan-akan berlomba-lomba menerapkan teknologi informasi ke dalam sistemnya. Karena dengan teknologi informasi menajemen sebuah bank dapat di lakukan sengan lebih efisien dan tentunya dampak yang di dapat oleh masyarakat adalah semakin mudahnya dalam melakukan transaksi . Istilah ini mengacu ke ketentuan mengenai penggunaan Teknologi Sistem Informasi (TSI) oleh bank yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Keberhasilan bank akan sangat ditentukan kualitas kinerja TSI, yang akan terus dikembangkan secara luas untuk memenuhi kepentingan bisnis bank dan nasabahnya. Kecenderungan proses otomatisasi ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, seiring dengan perkembangan perbankan nasional sebagai lembaga kepercayaan masyarakat dalam menjalankan fungsi sebagai perantara keuangan (financial intermediary).

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter telah mengeluarkan ketentuan mengenai penggunaan Teknologi Sistem Informasi (TSI) oleh bank. Melalui Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 27/164/KEP/DIR dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 27/9/UPPB masing-masing tanggal 31 Maret 1995, diatur prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan manajemen bank dalam TSI baik yang dilakukan oleh bank itu sendiri maupun oleh pihak lain.
           
Pengertian Teknologi Sistem Informasi :
Teknologi Sistem Informasi (TSI) adalah suatu sistem pengolahan data keuangan dan pelayanan jasa perbankan secara elektronis dengan menggunakan sarana komputer, telekomunikasi, dan sarana elektronis lainnya. Penggunaan TSI adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Penerapan teknologi informasi ini dilakukan pada saat :
a)      Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Sistem Informasi Akuntansi
b)      Penggunaan Sistem dan Teknologi Informasi Untuk Usaha Kecil
c)      Teknologi Sistem Informasi (TSI) Perbankan

Siapa saja yang Berperan Menggunakan Teknologi Sistem Informasi ?
1.      Dalam Hal Penyelenggaraan TSI Dilakukan Oleh Bank Sendiri :
·         Menerapkan Pengendalian Manajemen TSI
·         Melaksanakan fungsi AUDIT INTERN TSI
·         Memiliki alat monitor
·         Menerapkan prinsip2 sistem pengawasan dan pengamanan
·         Memiliki Disaster Recovery Plan (DRP)

2.      Dalam Hal Penyelenggaraan TSI Dilakukan Oleh Pihak Ketiga :
·         Memastikan semua hal pada butir III dipenuhi oleh pihak penyelenggara jasa TSI
·         Melakukan evaluasi berkala atas kehandalan penyelenggara jasa TSI
·         Membuat perjanjian tertulis
·         Menyampaikan laporan kepada BI

Perkembangan Teknologi Komputer Perbankan :
Semakin majunya teknologi di dunia transaksi perbankanpun mulai mengunakan teknologi berbasis komputer untuk mempermudah transaksi dengan nasabah. Yang tadinya melayani nasabah dengan harus bertemu / nasabah datang ke cabang-cabang bank yang disediakan oleh bank kini menjadi lebih mudah karena bank mulai mengunakan teknoligi berbasis komputer dan sekarang sudah bisa mengakses lewat internet bahkan dengan mobile “HP” dengan SMS sudah banyak diterapkan bank. Macam- macam penggunaan teknologi informasi di dunia perbankan :
·         Adanya transaksi berupa Transfer uang via mobile maupun via teller.
·         Adanya ATM ( Auto Teller Machine ) pengambilan uang secara cash 24 jam.
·         Penggunaan Database di bank – bank.
·         Sinkronisasi data – data pada Kantor Cabang dengan Kantor Pusat Bank.

Dengan adanya jaringan komputer hubungan atau komunikasi kita dengan klien jadi lebih hemat, efisien dan cepat. Contohnya : email, teleconference. Sedangkan di rumah dapat berkomunikasi dengan pengguna lain untuk menjalin silaturahmi (chatting), dan sebagai hiburan dapat digunakan untuk bermain game online, sharing file. Apabila kita mempunyai lebih dari satu komputer, kita bisa terhubung dengan internet melalui satu jaringan.

Pada dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa. Seperti halnya pelayanan electronic transaction (e-banking) melalui ATM, phone banking dan Internet Banking misalnya, merupakan bentuk-bentuk baru dari pelayanan bank yang mengubah pelayanan transaksi manual menjadi pelayanan transaksi yang berdasarkan teknologi.

Kriteria Pemilihan Teknologi Perangkat Lunak Perbankan :
Kriteria pemilihan software computer perbankan yang baik sesuai dengan kebutuhan bank secara umum berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut:
a)      Kemampuan dokumentasi atau Penyimpanan Data
Jenis dan klasifikasi data bank yang relative banyak harus bisa ditampung oleh software yang akan digunakan. Jumlah nasabah serta frekuensi dan jumlah transaksi harian yang besar memerlukan memory computer yang besar, selain memerlukan kecepatan prosesor yang tinggi juga. Sebagai contoh BPR kurang efisien jika menggunakan mesin besar, misalnya AS/400 dalam operasionalnya karena kapasitas dan cakupan geografis BPR biasanya relative kecil.
b)     Keluwesan (Flexibility)
Operasional bank selalu berkembang dengan kebutuhan yang berubah-ubah dan bertambah. Kondisi ini harus bisa diantisipasi oleh perangkat lunak komputer sampai batas-batas tertentu. Setiap bank mempunyai system dan prosedur yang mungkin berbeda meskipun data atau informasi dasar yang diolahnya sama. Perangkat lunak komputer yang fleksibel dapat digunakan oleh dua bank yang kapasitasnya sama tetapi system dan prosedurnya berbeda.
c)      Sistem Keamanan
Sebagai lembaga kepercayaan masyarakat (agent of trusth), bank memerlukan system keamanan yang handal untuk menjaga kerahasiaan data atau keuangan nasabah. Serta mencegah penyalahgunaan data atau keuangan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Software komputer perbankan yang baik harus menyediakan fasilitas pengendalian dan pengamanan tersebut.
d)     Kemudahan penggunaan (user friendly)
Pengertian mudah dioperasikan bukan berarti setiap pemakai (user) bisa mengakses ke software tersebut tetapi petugas yang memang mempunyai kewenangan mudah mengoperasikan proses yang menjadi tanggung jawabnya. Tahap input, proses, dan output yang dilakukan pada software tersebut tidak menjadi penghambat dalam kegiatan perbankan secara keseluruhan dan dapat mendeteksi kesalahan pengoperasian yaitu dengan memberikan error message.
e)      Sistem Pelaporan (Reporting system)
Data atau informasi yang dibutuhkan harus disajikan dalam bentuk yang jelas dan mudah dimengerti. Bank memerlukan laporan-laporan yang lengkap dan jelas tersebut terutama dalam proses pemeriksaan (audit) atau penyajian laporan yang bisa dimengerti oleh pihak-pihak yang berkempentingan dengan harapan keuangan setiap bank menjadi lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.
f)       Aspek Pemeliharaan
Kinerja software perbankan diharapkan relative stabil selama bank beroperasi. Kondisi ini memerlukan aspek pemeliharaaan yang baik, dalam arti secara teknis tidak sulit dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang relative mahal. Pemeliharaan ini juga menyangkut pergantian atau perbaikan teknis peralatan dan modifikasi atau pengembangan software.
g)      Source Code
Software perbankan biasanya merupakan program paket yang sudah di-compile sehingga menjadi excecutable file. File program tersebut relative tidak bisa dirubah atau dimodifikasi

Teknologi Sistem Informasi (TSI) digunakan bank untuk mengolah data keuangan dan pelayanan jasa perbankan secara elektronis dengan menggunakan sarana komputer, telekomunikasi, dan sarana elektronis lainnya.

Struktur Informasi dan Hubungan Antar Sub Sistem Aplikasi Bank :
Konsep front office yang lebih mendekati sisi nasabah dan konsep back office yang lebih mendekati sisi bank sebagai lembaga keungan yang harus mencatat, mendokumentasikan, dan atau mempublikasikan informasi keuangan, menyebabkan system aplikasi perbankan terdiri dari sub-sub system yang saling berkaitan sesuai dengan tahap-tahap pemrosesan dan jenis-jenis data keuangan. Gambarannya sebagai berikut :